"Investor masih dibayangi oleh hasil keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga AS (Fed fund rate) dalam waktu dekat," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, seperti dilansir ANTARA, Senin (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah mulai terlihat adanya peningkatan. Diharapkan, jumlah itu terus bertambah sehingga diapresiasi di pasar saham domestik," ujarnya.
Berdasarkan data BEI pada pekan kemarin atau periode 5-9 September 2016, IHSG mengalami tekanan sebebsar 1,34 persen ke posisi 5.281,92 poin dari 5.353,46 poin pada periode sebelumnya.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, minimnya sentimen positif baru yang muncul akan membuat pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam fase konsolidasi.
"Jika indeks BEI mengalami koreksi, kondisi itu dapat dijadikan momentum oleh investor untuk melakukan akumulasi beli mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam area tren penguatan," pungkasnya. (bir)