"Jadi, KEK Mandalika dipastikan berjalan sesuai rencana," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno saat melakukan peletakan batu pertama Masjid Mandalika dan penyerahan hewan qurban di Lombok, NTB, seperti dilansir ANTARA, Senin (12/9).
Pemerintah, kata Rini, telah memiliki sejumlah alternatif untuk pembiayaan KEK Mandalika, salah satunya melalui opsi anggaran dari sinergi BUMN. Salah satu BUMN yang terlibat dalam pembangunan KEK Mandalika adalah WIKA. Selain itu sejumlah BUMN di bidang infrastruktur lainnya, yaitu PT PP dan Waskita Karya juga akan berinvestasi di destinasi wisata yang saat ini tengah tumbuh pesat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama ITDC, BUMN yang ditunjuk untuk mengelola KEK Mandalika, Abdulbar M Mansoer menuturkan, dana sebesar Rp3,3 triliun itu bagian dari kebutuhan untuk mempersiapkan infrastruktur dasar dan fasilitas utama penunjang kawasan.
Selain itu, perseroan juga tengah membangun jalan di dalam kawasan KEK Mandalika serta menata beberapa lokasi di antaranya Pantai Kuta.
"Kami juga sedang menyiapkan masterplan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di lahan seluas 60 hektare. Insyaallah akhir tahun 2017 rampung," terang dia.
Abdulbar menerangkan, pada akhir tahun 2018, diharapkan di kawasan Mandalika Resort sudah siap sedikitnya 1.200 kamar hotel. Kamar-kamar hotel ini akan berasal dari investasi lima hotel bintang lima di dalam kawasan di antaranya Pullman Eco Resort, JW Marriot, Club Med, dan Royal Tulip.
Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti di tempat yang sama menambahkan, langkah ITDC yang membangun KEK Mandalika dengan memulainya dengan mendirikan masjid adalah langkah tepat. Rosiady optimistis melalui langkah awal yang tepat ini ITDC dapat menyelesaikan pembangunan KEK Mandalika sesuai dengan rencana.
"Kami sangat mengapresiasi keseriusan Pemerintah pusat dan BUMN untuk membangun kawasan ini yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTB," pungkasnya. (bir)