"Kami bisa bersaing secara internasional, salah satunya itu melegitimasi pelabuhan-pelabuhan besar supaya menjadi hub dari Eropa dan Tiongkok," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah peresmian Terminal Peti Kemas Kalibaru Tahap 1 seperti dilansir ANTARA, Selasa (13/9).
Budi menuturkan, pelabuhan-pelabuhan yang akan dijadikan pelabuhan hub, yaitu pelabuhan-pelabuhan besar, seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Kuala Tanjung, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia menilai, rencana tersebut bisa berjalan dengan baik, apabila pelayanan di pelabuhan sudah prima, terutama waktu tunggu kontainer di pelabuhan (dwelling time).
"Dwelling time itu parameter, citra pelabuhan itu ada di dwelling time," tukasnya.
Karena itu, Budi menerangkan, Kemenhub tengah bekerja keras untuk mempercepat dwelling time dari 3,7 hari menjadi 2,2 hari sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.
Upaya yang akan dilakukan, yaitu menarik 16 kementerian/lembaga yang terkait untuk berkantor di Pelabuhan Tanjung Priok selama satu bulan untuk uji coba. Kemudian, akan ditunjuk salah satu koordinator untuk mengkoordinasikan seluruh kementerian/lembaga tersebut dalam proses percepatan dwelling time.
Selain itu, Budi juga akan mengerahkan 22 pelabuhan untuk diserahkan pengoperasiannya kepada Pelindo dan swasta.
"Kami lakukan bertahap, akhir Desember ini, masing-masing Pelindo mengambil masing-masing dua sampai empat pelabuhan," terang Budi.
Adapun, prosesnya akan berjalan bertahap, yaitu skema awalnya berupa kerja sama antara Kemenhub dan Pelindo. "Yang mengerjakan itu Pelindo, tapi entitasnya tetap di Kemenhub, itu pengalihan aset kan memerlukan waktu," pungkasnya. (bir)