Sumber CNNIndonesia.com dari pihak penjamin emisi mengatakan harga saham dipatok di angka Rp1.100 per lembar. Padahal, masa penawaran dijadwalkan baru berjalan pada 19-22 September 2016.
“Harga sudah ditentukan, memang di harga tersebut [Rp1.100 per lembar],” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Paling banyak [peminat] institusi, selalu begitu. Hasil roadshow saya enggak ingat,” katanya.
“Oversubscribed pasti. Tapi kami enggak bisa sebutkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dengan harga Rp1.100 per lembar, Aneka Gas berpotensi meraup dana hingga Rp843 miliar. Seperti diketahui, perusahaan berencana melepas 766,66 juta lembar saham ke lantai bursa.
“Kami ada kebutuhan untuk bayar utang, akan kami gunakan 40 persen dari IPO. Itu untuk membayar 1,4 kali leverage, jadi paling tidak akan kami turunkan jadi 1,2 kali leverage,” kata Rachmat Harsono, Wakil Direktur Utama Aneka Gas Industri, saat paparan publik IPO.
Prioritas berikutnya, kata Rachmat, sebanyak 40 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka penambahan sumur gas (gas plant), statiun pengisian (filling station), peremajaan pabrik, serta peningkatan sarana dan prasarana distribusi.
Perseroan dikenal sebagai produsen beberapa produk gas industri, seperti gas udara seperti oksigen, nitrogen, dan argon. Aneka Gas juga menjual gas campuran, gas sintetis, gas khusus, dan bahan bakar gas.
Produk perseroan biasa digunakan dari hulu ke hilir, seperti di sektor manufaktur, rumah sakit, pembangunan jalan, pertanian, dan makanan. Saat ini, perseroan juga akan fokus untuk menguasai pangsa pasar di Asia Tenggara.
Tahun ini, Aneka Gas Industri menargetkan pendapatan sebesar Rp1,8 triliun. Pada paruh pertama, perusahaan baru membukukan pendapatan sebesar Rp800 miliar.