Direktur Utama Adaro Energy Garibaldi Thohir atau yang biasa disapa Boy Thohir mengemukakan, perusahaan tetap melakukan tranformasi bisnis agar kinerja perusahaan tak selalu bergantung pada komoditas tambang.
“Jadi dengan adanya tiga pilar bisnis tersebut, dengan strategi seperti ini, mudah-mudahan kami tidak melulu bergantung terhadap tambang,” ungkap Boy, Rabu (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Harga batubara kan naik turun, kalau komoditas itu kalau lagi turun ya turun sekali, tapi kalau lagi naik ya naik sekali. Makanya kalau ada lini bisnis lain, perusahaan tidak bergantung pada harga batubara terus,” paparnya.
“Sejak pertengahan tahun ini saya melihat bottom-nya harga batubara sudah mentok nih. Insya Allah, ada kenaikan lah dari harga batubara. Nah tapi apakah itu berlanjut atau tidak, kan saya tidak bisa prediksi,” ujarnya.
Sebagai informasi, perusahaan mencatat pendapatan usaha turun 16 persen menjadi US$1,17 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,4 miliar. Meski pendapatan usaha turun, perusahaan membukukan laba operasional sebelum pajak (EBITDA) sebesar US$397 juta. Laba bersih perusahaan tersebut meningkat empat persen dibandingkan dengan perolehan periode sebelumnya US$381 juta. (gir/gen)