Kepala BKPM Thomas Lembong mengungkapkan, perbaikan iklim investasi telah menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sejalan dengan hal itu, kolaborasi dengan institusi keuangan global dalam menjembatani konsultasi antara pemerintah dengan investor merupakan salah satu langkah strategis yang diambil BKPM untuk bisa mendongkrak investasi, khususnya dari penanaman modal asing.
"Kami optimistis kerja sama ini bisa memberikan manfaat serta memperkuat relasi antara pemerintah, regulator dan investor, sehingga bisa semakin meningkatkan investasi asing langsung ke Indonesia," tutur Tom usai penandatanganan MoU dengan Citibank di kantor BKPM, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bangga dapat berkolaborasi dengan BKPM dalam mempromosikan penanaman modal di Indonesia, sejalan dengan komitmen Citi untuk senantiasa mendukung pertumbuhan perekonomian dan investasi di Indonesia," ujarnya.
"Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan investasi asing langsung ke Indonesia sehingga membantu pertumbuhan perekonomian di Indonesia ke arah yang lebih baik lagi, " ujarnya.
Global Head, Citi Global Subsidiaries Group Marc Merlino menambahkan, Citi telah dipercaya sebagai advisor dan mitrabstrategis perbankan yang kredibel di lebih dari seratus negara, di mana 95 persen dari Fortune 100 Companies menunjuk Citi sebagai mitra perbankannya.
Di Indonesia, Citi telah mengoperasikan 11 cabang di enam kota besar - Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Denpasar. Saat ini, Citi memiliki salah satu jaringan transaksi konsumen terbesar, dengan 33 ribu titik pembayaran dan salah satu jaringan distribusi korporasi terbesar dengan 4.800 lokasi di 34 provinsi.
Dukungan Citi pada BKPM, lanjut Merlino, diberikan karena Citi melihat komitmen pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Tak hanya itu, Citi juga meyakini Indonesia akan memegang peran penting di era globalisasi.
Sebagai informasi, berdasarkan data BKPM, realisasi investasi periode Januari-Juni 2016 mencapai US$298,1 triliun atau naik 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar, Rp195,5 triliun, naik 12,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Lima asal negara kontributor investasi terbesar adalah Singapura sebesar US$4,9 miliar, Jepang US$2,9 miliar, Hongkong US$1,1 miliar, China US$ US$ 1 miliar dan Belanda US$0,63 miliar. (gir)