Sebagai pengingat, pada 6 Februari 2015 lalu, CEO Adiperkasa Citra Lestari AM Hendropriyono dan CEO Proton Holdings Bhd Datuk Abdul Harith Abdullah menandatangi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pengembangan mobil di Proton Centre of Exellence, Malaysia.
Menurut Hendropriyono, batalnya kerja sama itu karena Proton saat ini dalam kondisi yang tidak baik. Hal itu disebabkan oleh kondisi politik di Malaysia yang tidak mendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena baru sebatas meneken Nota Kesepahaman , lanjutnya, maka ia mengklaim tidak ada konsekuensi bisnis yang mengikat bagi keduanya.
Meskipun kerja sama ini tak berlanjut, Jenderal Bintang Empat ini tetap ingin bisa memproduksi mobil buatan anak negeri. Untuk itu, Hendropriyono mengaku tengah melakukan pendekatan kerja sama dengan produsen mobil dari Eropa dan China.
Sayangnya, ia masih enggan membocorkan detail kerja sama tersebut. (gir)