Seperti dilansir Reuters, Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan, pertumbuhan AS sedang bertambah kuat dan tingkat kenaikan akan diperlukan untuk menjaga perekonomian dari overheating yang memicu inflasi tinggi.
"Kami menilai bahwa kasus untuk peningkatan suku bunga telah menguat, tetapi memutuskan untuk menunggu saat ini. Perekonomian memiliki sedikit lebih banyak ruang untuk bergerak," kata Yellen dalam konferensi pers, Rabu (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Fed mempertahankan suku bunga untuk pinjaman overnight antar bank dalam kisaran 0,25 persen sampai 0,50 persen. Level yang sama sejak kenaikan tarif pada bulan Desember 2015 untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan memangkas jumlah kenaikan suku bunga yang mereka harapkan tahun ini, menjadi satu, dari dua sebelumnya. Tiga dari 17 pembuat kebijakan menyatakan tarif harus tetap stabil untuk sisa tahun ini.
The Fed juga memproyeksikan kenaikan suku bunga tahun depan dan tahun 2018 yang kurang agresif, dan memangkas perkiraan suku bunga menjadi 2,9 persen dari 3,0 persen.
Harga saham AS naik setelah The Fed merilis pernyataannya.
"Sementara Federal Reserve menahan suku bunga tidak berubah, dalam voting yang sangat tidak biasa terkait dilema kebijakan. Membuat kenaikan pada Desember lebih mungkin," kata Mohamed El-Erian, kepala penasihat ekonomi di Allianz. (gir)