Meski mengalami pertumbuhan, Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengaku belum puas. Pasalnya, pertumbuhan kredit tersebut masih stagnan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Kami masih melihat kredit bakal di bawah 10 persen hingga akhir tahun karena faktor global seperti komoditas minyak dan kondisi China sendiri yang berdampak pada Indonesia masih belum positif," jelas Parwati, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian OCBC NISP akan tetap konservatif dalam memasang target pertumbuhan untuk tahun depan. Kredit diperkirakan akan tumbuh sebesar 15 persen pada 2017.
"Kami berharap tahun depan bisa lebih baik lagi bukan hanya penerimaan pajak yang lebih tinggi tapi lebih bisa diterjemahkan pada perputaran dunia usaha yang lebih positif," jelasnya. (gen)