Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam keterangan resminya mengatakan, realisasi produksi Pertamina di luar negeri sampai bulan lalu bahkan telah melampaui target yang dipatok manajemen sebesar 104.950 BOEPD sepanjang 2016.
Dwi menyebut, Irak sebagai negara penyumbang produksi terbanyak bagi Pertamina dengan kontribusi produksi net to share 43,7 ribu BOEPD. Di Irak, Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 10 persen di Blok West Qurna 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi berharap produksi perusahaan tempatnya bekerja bisa meningkat dari Aljazair, setelah kemarin ia meneken nota kesepahaman peningkatan kerjasama dengan Sonatrach, perusahaan pelat merah negara tersebut.
Berbekal nota kesepahaman ini, Pertamina dan Sonatrach akan melakukan analisis dan evaluasi atas peluang ekplorasi produksi baik di Aljazair, Indonesia dan negara lain. Pertamina dan Sonatrach juga memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek hulu, hilir, dan services migas di kedua negara.
Sebagai informasi, kegiatan Pertamina di Aljazair dimulai sejak tahun 2013 lalu, dimana perusahaan mengakuisisi kepemilikan hak partisipasi ConocoPhillips Algeria Ltd, anak perusahaan ConocoPhilips, di Blok 405a, Aljazair dengan nilai Participating Interest (PI) sebesar 65 persen. Untuk memperoleh hak tersebut, Pertamina sampai harus merogoh kocek sebesar US$ 1,75 miliar. (gen)