Agung Murdifi, Manajer Senior Hubungan Masyarakat PLN menjelaskan perusahaan tempatnya bekerja berhasil membukukan laba bersih berkat upaya efisiensi yang dilakukan.
Realisasi penjualan listrik PLN selama Januari - Juni 2016 yang naik Rp3,2 triliun menjadi Rp104,7 triliun dibanding periode yang sama di 2015 sebesar Rp101,5 triliun menjadi pendorong utama perolehan laba bersih tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bertambahnya jumlah pelanggan setrum PLN, diyakini Agung menjadi penyebab meningkatnya penjualan listrik selama semester I 2016. Sampai akhir Juni 2016, jumlah pelanggan listrik PLN tercatat sebanyak 62,6 juta pelanggan atau bertambah 1,4 juta pelanggan.
Menurut Agung, penambahan beban usaha masih lebih kecil dibanding pertumbuhan pendapatan karena PLN terus melakukan program efisiensi melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan penggunaan batubara atau energi primer lain yang lebih murah.
Ia mencatat, konsumsi BBM untuk menghasilkan listrik turun 0,6 juta kiloliter (kl) sehingga pemakaian sampai dengan Juni 2016 sebesar 2,2 juta kl.
“Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya BBM sebesar Rp8,4 triliun sehingga pada 2016 menjadi Rp10,4 trilliun atau lebih rendah 44,52 persen dari tahun sebelumnya Rp18,8 trilliun,” kata Agung. (gen)