Direktur Keuangan Aneka Tambang Dimas Wikan Pramudhito menyatakan, pihaknya kini tengah mempertimbangkan untung dan rugi untuk melakukan pencatatan saham di New York Stock Exchange (NYSE).
"Iya kami diajak, hanya kami sedang menjajaki untung ruginya kalau listing di sana," ungkap Dimas, Senin (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagus untuk profil perusahaan, kan kompetisi makin global, lalu investornya dan pendanaannya juga bisa secara global. Paling enggak, kami punya akses mem-back up proyek perusahaan ke depannya," jelasnya.
"Kami juga listing di Australia, itu sudah lama sejak tahun 1999, jadi untuk pengalaman listing di negara lain sebenarnya sudah ada. Makanya kami sedang kaji lagi. Undangan yang kami terima dari BEI juga baru, jadi masih terus kami kaji," paparnya.
Perusahaan, lanjut Dimas, juga tengah memantau kondisi perusahaan Asia yang bergerak dalam bidang pertambangan yang juga melantai di NYSE. Ia menyatakan Antam ingin melihat apakah keuangan perusahaan Asia tersebut menjadi jauh lebih baik atau tidak.
"Yang pasti kami berpikir, kami sudah dual listing ke Australia, lalu kenapa enggak tambah kami kembangin lagi," imbuhnya.
"Tanggal 24-25 Oktober kami akan ke New York, bawa 10-15 emiten untuk belajar bagaimana caranya dual listing," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, beberapa waktu lalu.
Hal ini dilakukan untuk menyusul PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang telah melantai di NYSE. Emiten lain diharapkan dapat mengikuti jejak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.