Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebut, perpanjangan landasan pacu ini diharapkan bisa menampung pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-800. Dalam jangka panjang, diharapkan Bandara Silangit bisa menerima penerbangan internasional.
"Jika bisa menerima pesawat Boeing 737-800, maka minimal Bandara Silangit bisa dijangkau dari Singapura sebagai hub penerbangan internasional," ujar Arief ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun sampai sekarang kami masih belum menghitung kapasitas lengkapnya, nanti tergantung jumlah terminalnya," tambahnya.
Namun menurut Arief, saat ini perpanjangan landasan pacu Sibisa baru sebatas pelaksanaan studi kelayakan (feasibility study) dan pembangunan fisiknya baru bisa dimulai tahun depan. Bandara ini diharapkan bisa beroperasi penuh pada tahun 2019, demi mencapai target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada periode tersebut.
"Pokoknya 2019 harus sudah mulai, dan itu bagus lah ya. Jadi memang mengerjakannya tidak boleh tidur," lanjutnya.
"Untuk itu infrastruktur jalan dari Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Danau Toba harus jadi terlebih dahulu," lanjutnya.
Sebagai informasi, Danau Toba merupakan satu dari 10 kawasan destinasi pariwisata yang sedang disiapkan pemerintah. Pengembangan danau toba sendiri akan dilakukan oleh Badan Otorita Danau Toba, yang diatur di dalam Peraturan Presiden No. 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. (gir/ags)