Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, nantinya Angkasa Pura Propertindo akan fokus mengembangkan kawasan bisnis terintegrasi, bisnis hotel, pergudangan, fasilitas properti penunjang operasional maskapai, pengelolaan gedung, pengelolaan lahan atau gedung parkir, dan memberikan konsultasi bisnis properti di bandara.
“Sementara Angkasa Pura Kargo akan fokus pada jasa pelayanan di bidang kargo dan logistik sebagai operator terminal kargo,” kata Awaluddin, Jumat (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tujuan pembentukan dua anak usaha baru ini adalah memperluas portofolio bisnis AP II guna meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non-aero dan kargo. Saat ini pendapatan perseroan sekitar 60-70 persen berasal dari bisnis aero seperti passenger service charge, biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata,” jelasnya.
Direktur PT Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menambahkan, perusahaan yang dipimpinnya menargetkan dalam 4 tahun ke depan bisa menjalankan tiga program strategis yakni mengembangkan Soekarno-Hatta Airport City, lalu Kualanamu Airport City, dan Sultan Syarif Kasim II Airport City.
“Sehingga tiga bandara tersebut akan menjadi suatu kawasan bisnis terintegrasi,” kata Wisnu.
Berdirinya Angkasa Pura Propertindo dan Angkasa Pura Kargo menjadikan jumlah anak usaha AP II bertambah menjadi tiga. Sebelumnya AP II sudah menyapih PT Angkasa Pura Solusi yang mengelola lounge di bandara, bisnis Information Communication & Technology, manajemen kebersihan gedung terminal bandara, pelatihan personil aviation security, dan manajemen ritel. (gen)