Untuk menjaring potensi dana milik para peserta tax amnesty, perusahaan properti yang terafiliasi dengan raksasa industri sawit itu memasarkan bangunan-bangunan komersialnya dengan diskon khusus.
Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land memperkirakan sektor properti akan menampung sekitar Rp70 triliun hingga Rp80 triliun dari total aset repatriasi milik peserta amnesti pajak. Angka ini separuh dari nilai komitmen aset repatriasi yang hingga siang ini sebesar Rp142 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara kuartalan, kata Ishak, sektor properti pada kuartal III 2016 telah mengalami pertumbuhan 3 sampai 5 persen. Salah satu faktor utamanya adalah program amnesti pajak.
“Kedua, sektor properti merupakan satu-satunya kebutuhan pokok yang bisa dijadikan investasi,” tambahnya
Terakhir, lanjutnya, rata-rata pertumbuhan sektor properti setiap tahunnya cukup tinggi yaitu sekitar 15 hingga 20 persen.
“Jadi saya masih percaya, bahwa sektor properti merupakan salah satu sektor investasi utama,” ujarnya.
Ishak menuturkan, ada sekitar 4900 unit produk residensial Sinar Mas Land di seluruh Indonesia ditawarkan dengan harga khusus selama program ini berlangsung.
“Kisaran harga produknya sekitar Rp500 juta hingga Rp10 miliar,” kata Ishak.
Melalui program ini, jelasnya, konsumen akan mendapatkan potongan harga langsung hingga 20 persen jika membeli properti selama program berlangsung. Untuk merayu calon pembeli, Sinarmas Land juga menjanjikan voucher tunai senilai Rp50 juta dan berbagai hadiah. (ags/gen)