Pada 27 Juli 2016, posisi Jonan sebagai Menteri Perhubungan digantikan oleh Budi Karya Sumadi yang dinilai oleh banyak pihak akibat kegagalannya mengantisipasi kemacetan panjang pada musim mudik lebaran 2016.
Peristiwa macet berhari-hari yang menimbulkan belasan korban jiwa di pintu keluar tol Brebes kemudian dikenal sebagai tragedi Brebes Exit (Brexit). Tragedi tersebut sempat menimbulkan aksi saling tuding para pembantu Jokowi yang berujung pada dilengserkannya Jonan dari kursi Menteri Perhubungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arcandra sebelumnya banyak menghabiskan hidupnya di Amerika Serikat, menjalankan perusahaan konsultan lepas pantai minyak dan gas bumi (migas).
Arcandra kemudian mengamini ucapan atasannya tersebut, dengan menyatakan bahwa dirinya telah memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengabdi bagi negara.
Jonan menambahkan, sebagai petinggi Kementerian ESDM yang baru, dirinya akan banyak berdiskusi dengan Arcandra mengenai strategi membenahi sektor tersebut.
“Kami akan berdiskusi setelah kami berdua masuk kantor. Kemudian sekarang kan saya ada Wakil Menteri, makanya kami harus tandem bekerja sama sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan oleh presiden dan diharapkan oleh masyarakat,” kata Jonan.
Menurut Arcandra, pekerjaan rumah yang dulu belum sempat dibenahinya secara serius adalah melakukan revitalisasi seluruh sektor ESDM di Indonesia. Ketegasan seorang pemimpin menurutnya diperlukan untuk membenahi hal tersebut.
“Dalam hal ini kita butuh figur pak Jonan, dan saya sepenuhnya akan mendukung pak Jonan dalam menjalankan tugas di Kementerian ESDM,” kata Arcandra. (gen)