Department of Justice Amerika Serikat (DoJ AS) sebelumnya menuntut Deutsche Bank membayar denda sebesar US$14 miliar atas kasus mortgage-backed securities yang harus dilunasi sebelum masa pemilu Presiden AS berakhir.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan sebagai bank pemain global, kasus yang menimpa Deutsche Bank di negara Barrack Obama bisa berdampak sistemik terhadap kantor cabangnya yang tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Untuk diketahui, guna menyanggupi pembayaran denda tersebut Deutsche Bank pun harus melakukan efisiensi besar-besaran. Salah satunya dengan memangkas 4 ribu karyawannya di Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman mengatakan OJK akan memantau khusus perkembangan kasus yang menimpa Deutsche Bank dan berharap kasus tersebut tidak akan menular terhadap lini bisnisnya di Indonesia. Ia menilai dari segi syarat likuiditas Deutsche Bank AG telah memenuhi ketentuan minimum modal bagi bank asing. Sebagai salah satu Kantor Cabang Bank Asing (KCBA), Deutsche Bank diwajibkan memenuhi ketentuan Capital Equivalency Maintained Assets (CEMA).
"CEMA itu seperti komitmen induk usaha untuk mem-back up anak usahanya di Indonesia, dan Deutsche Bank yang di sini sudah jauh di atas ketentuan itu," ujar Muliaman.
Selain di Indonesia, Deutsche Bank mempekerjakan lebih dari 100 ribu orang pegawai di lebih dari 70 negara di dunia yang beberapa diantaranya merupakan pusat keuangan dunia, seperti Frankfurt, London, New York, Paris, Madrid, Amsterdam dan lain-lain. (gen)