Ekonom Grup Riset DBS Bank Gundy Cahyadi meyakini bank sentral akan menahan suku bunga di level 5 persen karena risiko perlambatan belanja pemerintah di kuartal III 2016 sudah berkurang.
“Selain itu juga ada tambahan penerimaan negara Rp97 triliun dari tebusan amnesti pajak. Agaknya dorongan kepada BI sudah lebih rendah untuk melakukan lebih dari apa yang telah BI lakukan sepanjang tahun ini," kata Gundy, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penerimaan amnesti pajak telah berhasil menghapus risiko defisit anggaran yang bisa melebihi ketentuan Undang-Undang yakni 3 persen dari Produk Domestik Bruto,” katanya.
Perkiraan dipertahankannya suku bunga acuan juga karena risiko naiknya inflasi pada tahun depan. Inflasi tahun ini, kata Gundy, sudah relatif aman di bawah empat persen atau sesuai proyeksi BI di 3-5 persen.
Namun, untuk 2017, diperkirakan inflasi bisa meningkat, salah satu faktornya karena kenaikan harga minyak di pasar global.
Sepanjang tahun ini, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebanyak lima kali sebesar 125 basis poin, dan mengganti instrumen kebijakan suku bunga dari BI Rate yang bertenor 12 bulan, menjadi bunga transaksi surat berharga berketetapan tenor 7 hari (7-Days Reverse Repo). (gen)