Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas memastikan, penurunan suku bunga akan membuat permintaan dan ketersediaan kredit meningkat karena didukung dengan inflasi dan dana pihak ketiga (DPK).
"Penurunan ini memberikan sinyal, di saat bersamaan inflasi turun dan DPK membanjiri perbankan. Jadi, pasokan dan dana akan lebih banyak," ungkap Rohan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa melebihi target semula sebesar 11 persen, diperkirakan pertumbuhan kredit menjadi 11,5 persen sampai 12 persen," jelas Rohan.
Adapun saat ini, Bank Mandiri mencatat bunga kredit yang diberikan sebesar 8 persen untuk debitur yang menyimpan manajemen kas hingga mengelola gaji pegawai di Mandiri dan 11 persen untuk debitur yang hanya meminjam kredit.
Namun untuk DPK, Rohan mengakui, Mandiri tak terlalu bergantung pada deposito DPK. Pasalnya, deposito DPK Mandiri hanya sebesar 38 persen sedangkan sisanya, 62 persen berasal dari tabungan dan giro.
"Pelonggaran ini [penurunan bunga acuan] memperbaiki pasokan di pasar uang. Ini membuat gairah yang bagus untuk bunga deposito dan kredit," tambahnya.
Sebelumnya, BI menurunkan bunga acuan melalui 7DRR Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 5 persen. Kemudian, fasilitas penyediaan likuiditas bank dari BI juga diturunkan 25 bps menjadi 5,75 persen dan fasilitas deposito turun menjadi 4,25 persen. Penurunan ini akan berlaku mulai hari ini, Jumat (23/9). (gir)