Jokowi terus menagih penyamarataan harga BBM kepada Dwi, meski ia telah dilaporkan hal itu dapat merugikan PT Pertamina (Persero) Rp800 miliar.
Mantan Walikota Solo ini bersikeras meminta subsidi silang karena menilai masyarakat Papua selama ini dibiarkan mengalami ketidakadilan dengan harga BBM per liter mencapai Rp100 ribu. Sementara itu, harga per liter di Jawa sekitar Rp6.450.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berkata, dirinya selalu memantau harga BBM di tingkat penyalur dan pengecer di Papua. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat Papua.
Kebijakan satu harga ini dicanangkan Jokowi sejak hari pertama di Papua, kemarin (17/10). Dalam kunjungannya hari ini ke Nop Goliat Dekai, Jokowi melihat langsung pesawat pengangkut BBM Air Tractor AT-802.
Jokowi ditemani Dwi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Boyong Pesawat Baru
Demi melancarkan hal tersebut, pemerintah membeli dua buah pesawat pengangkut BBM (Air Tractor) untuk mempermudah penyaluran bahan bakar minyak di Papua.
Pesawat berkapasitas empat ribu liter ini mampu menjangkau daerah terpencil di Papua dan akan dikelola PT Pelita Air Service, anak usaha Pertamina.
"Sekarang baru punya dua, nanti tambah tiga lagi menjadi lima," kata Jokowi. (gir/gen)