Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak menjelaskan, ke-enam perusahaan ini terpilih dari proses lelang yang awalnya melibatkan 44 perusahaan dan disaring kembali menjadi 14 perusahaan.
"Ke-enam perusahaan tersebut sekarang dalam tahap mengajukan proposal. Mengajukan proposal kan lama, karena kan ada beberapa konsep seperti tenaga kerja, konsep masa depan, hingga konsep ekonominya," ujar Yunus di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang sih mereka pada tahapan ke-lima, yaitu penerimaan penawaran mengikat (binding bid) dari calon bidder. Keputusan akhirnya mungkin di Januari mendatang," ungkapnya.
"Core business migas mereka kan sekarang lagi rendah, jadi mereka cari cara agar bisa membaik keuangannya. Makanya mereka jual aset di Salak dan Darajat, yang terbilang salah satu paling menguntungkan di dunia. Makanya harganya mahal kan," jelasnya.
Sebagai informasi, WKP Darajat bisa memasok listrik berkapasitas 270 Megawatt (MW) dan WKP Salak memiliki kapasitas 377 MW yang dipasok ke enam unit pembangkit listrik. Nilai kedua aset itu ditaksir sebesar US$3 miliar. (gir/gen)