Bank sentral mencatat sepanjang 2016, Indonesia menerima dana asing sebesar US$12,1 miliar atau Rp156 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari aliran masuk portfolio asing sepanjang 2015 yang hanya Rp50 triliun.
Kepala Departemen Kebijakan Makro Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, program repatriasi pengampunan pajak menjadi salah satu sentimen positif yang mendorong masuknya dana asing tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya dana asing tersebut turut mendongkrak angka cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir September 2016 yang tercatat sebesar US$115,7 miliar, atau setara 8,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Neraca transaksi berjalan baik dengan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Untuk keseluruhan kuartal III 2016, defisit transaksi berjalan diperkirakan berada di bawah 2 persen dari PDB terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan sejalan dengan membaiknya harga ekspor komoditas primer dan menurunnya impor nonmigas. (gen)