Berdasarkan laporan keuangannya, perusahaan kontraktor pelat merah tersebut membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 88,67 persen dari Rp7,42 triliun menjadi Rp14 triliun. Seiring dengan peningkatan tersebut, beban pokok pendapatan pun otomatis naik menjadi Rp11,58 triliun atau 77,6 persen dari sebelumnya Rp6,52 triliun.
Perusahaan juga tercatat mengalami rugi kurs sebesar Rp2,24 miliar dari sebelumnya yang memperoleh untung kurs sebesar Rp16,07 miliar. Tak hanya itu, beban keuangan ikut meningkat 180,41 persen menjadi Rp672,89 miliar dari sebelumnya Rp239,96 miliar.
Dengan pencapaian kinerjanya pada kuartal III ini, total aset perusahaan tumbuh menjadi Rp50,28 triliun atau 65,94 persen dari posisi akhir tahun 2015 sebesar Rp30,30 triliun. Nilai liabilitas tumbuh 65,43 persen menjadi Rp34,08 triliun dari Rp20,60 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT