Menurut Direktur Indonesia Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara, penggabungan PLN ke Pertamina sebagai koordinator holding BUMN energi akan membuat biaya produksi listrik ke seluruh Indonesia menjadi lebih murah.
Pasalnya Pertamina melalui anak usahanya, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sudah mengoperasikan banyak sumur panas bumi di berbagai wilayah Indonesia yang selama ini memasok uap ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola PLN maupun dioperasikan sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bergabungnya PLN ke Pertamina dalam skema holding BUMN sektor energi juga dinilainya lebih ideal dibandingkan rencana PLN mengakuisi saham PGE sebanyak 50 persen.
Pengamat Kebijakan Energi Sofyano Zakaria, menganggap holding energi di bawah induk Pertamina merupakan hal wajar karena memiliki aset dan penghasilan paling besar.
“Bila Pertamina ditunjuk sebagai holding energi dimana di bawahnya termasuk PLN ya nggak ada masalah, karena holding kan sifatnya hanya mengkoordinir. Sekarang butuh payung hukum bahwa Pertamina merupakan induk holding energi yang membawahi migas, listrik, panas bumi, dan lain-lain,” imbuh Sofyano. (gen)