Seperti dilansir dari Reuters, bursa saham AS melemah setelah jatuh tajam dalam perdagangan sore usai indeks S&P 500 menembus level kunci secara teknikal.
Indeks S&P 500 kehilangan 14,43 poin atau 0,68 persen ke level 2.111,72, persentase penurunan terbesar dalam satu hari sejak 11 Oktober. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 105,32 poin atau 0,58 persen ke 18.037,1, dan Nasdaq Composite turun 35,56 poin atau 0,69 persen ke level 5.153,58.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kekhawatiran posisi Trump menjadi tak terduga, karena pasar telah benar-benar menyesuaikan harga dengan kemenangan Clinton, dan sama sekali belum berpikir jika Trump menang," kata Ken Polcari, direktur O'Neil Securities di New York.
Sementara pedagang tidak mengharapkan bank sentral untuk menaikkan suku bunga seminggu menjelang pemilihan presiden. Mereka mencari tanda-tanda yang menyatakan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.
Saham sektor real estate, telekomunikasi dan utilitas -yang cenderung berkinerja buruk jika tingkat suku bunga acuan naik- mengalami aksi jual yang masif.
"Saya tidak tahu apakah ada 'taper tantrum' yang baru yang berkembang di sini, terkait kekhawatiran The Fed akan bertindak pada bulan Desember dan kondisi tingkat suku bunga rendah akan berubah."
"Taper tantrum" adalah kondisi yang mengacu pada periode tahun 2013 ketika pasar sedang bingung dengan prospek The Fed, yang secara bertahap mengurangi program stimulus. (gir/gen)