Analis Reliance Securties Lanjar Nafi menjelaskan, bursa saham Asia ditutup bervariasi. Penguatan bursa saham Asia kemarin dipimpin oleh indeks saham di China seiring dengan naiknya indeks kinerja sektor manufaktur ke level 51,2, naik dari 50,4 pada periode sebelumnya.
Sementara, indeks saham di Jepang tertekan karena perlambatan kinerja sektor manufaktur yang jatuh ke level 51,4 dari 51,7 pada periode sebelumnya.
IHSG kemarin ditutup melemah ke level 5.416 atau turun 6,53 poin (0,12 persen). Lanjar menjelaskan, sektor pertambangan dan aneka industri memimpin penguatan saat mayoritas indeks sektoral tertekan dengan aksi jual.
“Kembali melonjaknya harga komoditas terimbas sentimen optimis dari indeks kinerja manufaktur di China menjadi faktor utama pengerak sektor pertambangan. Data tingkat inflasi yang dirilis lebih rendah dari periode sebelumnya berhasil meredakan aksi jual investor,” ungkap Lanjar dalam risetnya, dikutip Rabu (2/11).
“Kondisi ini terlihat akan berlangsung dalam beberapa waktu mendatang dengan peluang penguatan yang masih cukup besar, support saat ini berada pada level 5.386 dengan target resisten level 5.488 yang perlu ditembus untuk kembali membuka jalan bagi pola penguatan jangka pendek IHSG,” terang William dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT