Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto mengatakan pabrik pakan ikan di Belawan ini nantinya menjadi pabrik pakan pertama yang dimiliki pemerintah, untuk menekan biaya produksi perikanan budi daya. Selain itu, jika pembangunan pabrik ini terbilang sukses, maka akan dilakukan pembangunan pabrik lainnya di daerah daerah lain di Indonesia.
"Project pertama, ini bisa tekanan biaya produksi kalau sukses nanti kita bangun di tempat lain," kata Slamet, kemarin, Selasa (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasional akan kerja sama dengan BUMN. Karena BUMN perikanan belum ada yang menyentuh sarana produksi. Kami selama ini sudah ada pembicaraan dengan Perindo. Karena Perindo juga diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan BUMN yang bergerak di bidang perikanan budidaya," katanya.
"Kebutuhan pakan di sana [Sumatera] besar sekali, misalnya 5 juta ton secara nasional [kebutuhan pakan] 20 persen itu ada di sana," kata dia.
"Bisa ditekan biaya produksi, selain itu ini juga bisa jadi peluang bisnis baru," kata Slamet.
Selain itu, menurut Slamet bahan baku untuk pembuatan pakan di daerah Sumatera memang tergolong mudah ditemukan. Nantinya, pabrik ini akan memproduksi pakan apung dengan kapasitas maksimal 3.000 ton per bulan.
"Dalam setahun kurang lebih 36.000 ton, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pakan ikan untuk 27.600 ton ikan di Indonesia. Yang jelas, saat ini kami sedang melakukan feasibility study, kami survei semuanya," kata Slamet. (gir/gen)