"Tadi disebutkan, aset kita Rp5.200-an itu, saya yakin lebih dari itu. Jadi, sumber daya alam, termasuk hasil perikanan dan kelautan harus dimasukkan. Bahkan Gedung Wahidin (kantor Kemenkeu) ini saja, saya yakin harganya sudah lebih mahal. Jadi, harus direvaluasi," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DJKN, Rabu (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti ada Badan Layanan Umum (BLU) untuk asset management, seperti saat ada pembelian tanah sekian banyak. Semuanya akan menambah jumlah aset negara. Jadi, yang dipisahkan di BUMN tetap dikelola," jelas Sri Mulyani.
"Pertahankan dan terus berinovasi untuk menjaga tata kelola efisiensi dan transparansinya," kata Sri Mulyani.
Terakhir, Sri Mulyani berpesan agar seluruh karyawan DJKN menjaga integritas, profesionalisme, dan jeli dalam melihat kesempatan dan mengelola aset negara.
"Jangan sampai semua aset hanya digunakan untuk kita sendiri (Kemenkeu) tapi bila berpotensi untuk hal lain (atau kementerian lain) harus dilihat opportunity-nya," tugas Sri Mulyani. (ags/gen)