"Perkiraan pemerintah di bawah 5 persen, Alhamdulillah ternyata di atas 5 persen," kata Jokowi.
Ia memperkirakan pada kuartal IV ini, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik didorong meningkatnya penyerapan dan belanja negara. Modal tersebut menurut Jokowi bisa menjadi senjata andalan pemerintah dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar 5,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun mantan Gubernur DKI Jakarta mengingatkan para menteri tim ekonomi untuk tetap mewaspadai gejolak ekonomi global di akhir tahun.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, alasan pertumbuhan ekonomi merosot karena terseret laju ekonomi dunia.
Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi China terpaku di level 6,7 persen, Singapura melambat dari 2 persen menjadi 0,6 persen. Sedangkan ekonomi Korea Selatan juga melambat dari 3,3 persen jadi 2,7 persen.
“Ke depan, akselerasi belanja pemerintah menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Fakhrul.
Bahana memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,4 persen tahun depan karena ditopang oleh pelonggaran moneter yang masih terbuka hingga tahun depan, serta harga komoditas yang membaik akan memberi dampak positif terhadap kinerja ekspor.
Sementara itu dari sisi investasi, Indonesia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi investor, apalagi pemerintah masih terus berupaya untuk memperbaiki iklim investasi. (gen)