Tirta Segara, Direktur Eksekutif BI mengungkapkan, pelemahan konsumsi pemerintah dipengaruhi oleh kebijakan penghematan belanja pemerintah. Sementara, pelemahan kinerja ekspor sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang belum kuat, dan harga komoditas yang masih relatif rendah.
"Di sisi investasi, masih minimnya peran investor swasta berdampak pada pertumbuhan investasi yang melambat di tengah berlanjutnya pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah," ujarnya, Selasa (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat akan lebih kinclong didorong oleh perbaikan konsumsi rumahtangga, sejalan dengan inflasi yang terjaga dan ekspektasi pendapatan yang lebih tinggi.
Optimisme lainnya, kata Tirta, implementasi paket kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan memperbaiki iklim investasi yang diharapkan bisa merangsang kinerja investasi di dalam negeri.
Di sisi lain, pelonggaran moneter yang telah dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan ikut memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi seiring dengan efektivitas transmisi kebijakan moneter yang semakin baik ke depannya.
"BI akan terus memonitor berbagai perkembangan domestik maupun eksternal, memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Indonesia akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan," imbuh Tirta. (bir/gen)