Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, tadi malam pasar saham global rally menyambut optimisme Hillary Clinton berpeluang kuat memenangkan pertarungan pilpres di AS menghadapi Donald Trump. Terutama setelah FBI menyatakan Clinton bersih atas tuduhan melanggar hukum terkait koresponden surat-surat elektronik dari server pribadinya.
Ia merinci indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa melonjak 1,85 persen di 3.009,28. Sementara di Wall Street, setelah tertekan selama sembilan hari perdagangan berturut-turut, indeks S&P dan Nasdaq melonjak masing-masing 2,22 persen dan 2,37 persen di 2.131,52 dan 5.166,17. Kemudian, indeks DJIA naik hingga dua persen di 18.259,60.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi beli terutama dimotori pemodal lokal menyasar saham-saham yang bergerak di pertambangan, aneka industri, perbankan, dan konsumi. Namun di tengah penguatan IHSG dana asing masih menunjukkan tren keluar," ungkap David dalam risetnya, dikutip Selasa (8/11).
"Kondisi pasar saham global yang lagi digerakkan oleh sentimen pilpres di AS akan turut mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan hari ini. IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya namun sifatnya temporer," papar David.
Menurutnya, IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang support di 5.360 dan resisten di 5.430.
Berbeda dengan David, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee memprediksi IHSG bergerak stagnan sepanjang perdagangan hari ini menunggu berlangsungnya pilpres AS. Namun, ia menilai pasar cukup optimis dengan kemenangan Hillary Clinton karena pengumuman FBI yang menyatakannya bersih dari tuduhan korespondensi surat elektroniknya.
"Minimal tanggal 8 November pasar akan khawatir, tapi kelihatannya pasar sudah kembali optimis, bursa Amerika pada awal perdagangan terlihat positif setelah FBI umumkan Hillary Clinton bersih," ungkap Hans.
Hans pun memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.350-5.303 dan resisten 5.402-5.440. (gen)