"Kalau Trump, wah, kelihatannya susah itu. Dunia nanti juga jadi susah," kata Jusuf Kalla, Selasa (8/11).
Seperti diketahui, dalam kampanyenya, Trump mengaku akan melindungi Amerika dengan mengeluarkan diri dari kerja sama perdagangan antar negara yang dianggap tidak menguntungkan bagi Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Jusuf Kalla menegaskan, siapa pun pemenangnya diharapkan adanya perdamaian secara global. Selain itu, stabilitas perekonomian dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ekonom Lana Soelistianingsih Samuel Asset Management menyatakan, jika Trump menjadi presiden maka otomatis jumlah ekspor ke Amerika akan turun drastis karena Trump akan memproteksi dengan membatasi jumlah ekspor yang akan masuk.
Selain itu, kebijakannya yang terkadang tak dapat ditebak atau bisa dikatakan "koboi" membuat ketidakpastian di Amerika. Sehingga, pasar modal di global dipastikan langsung terkoreksi jika dirinya memenangkan pilpres AS.
Namun, indeks diprediksi tak akan turun dalam jangka panjang karena jika indeks turun, maka biasanya pelaku pasar akan masuk karena memanfaatkan beli saham dengan harga murah.
"Enggak akan lama, kan manfaatkan harga murah. Kalau murah kenapa enggak dibeli," pungkas Lana. (gir/gen)