Penguatan itu disebabkan oleh indeks saham yang kembali rebound dan menguatnya kembali mata uang Dolar AS setelah pengumuman pemenang Pilpres AS. Sebelumnya, investor sempat khawatir dengan kebijakan Trump, dan memindahkan aset-aset berisiko keluar dari AS dalam waktu semalam.
Dilansir dari Reuters, harga minyak Brent berjangka meningkat 0,7 persen ke angka US$46,36 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediaries (WTI) meningkat 0,6 persen ke angka US$45,27 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa analis mengatakan ada faktor pendukung kenaikan harga minyak di masa depan akibat kemenangan Trump, seperti kebijakan luar negeri terhadap Iran.
"Jika Trump membatalkan perjanjian nuklir, harga minyak bisa meningkat," ujar Commerzbank.
Pasalnya, permintaan minyak dari negara-negara OPEC bisa lebih kecil jika pertumbuhan ekonomi global menurun gara-gara kebijakan Trump nantinya. Apalagi, Trump berjanji untuk membuka tanah-tanah negara untuk eksplorasi minyak konvensional. (gir/gen)