Riset Mandiri Sekuritas mencatat adanya kenaikan harga tersebut, tetapi di sisi lain menyatakan pertumbuhan volume tidak akan banyak karena kenaikan harga saat ini lebih bertahap.
“Kenaikan harga itu dapat dilihat sebagai langkah positif karena kenaikan harga terbesar dilakukan pada produk yang memiliki kinerja penjualan terbaik dengan keuntungan lebih sedikit, yaitu Pro Mild,” ujar analis Mandiri Adrian Joezer, dikutip Kamis (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami menilai ada ruang untuk kenaikan harga sebelum akhir 2016. Kami masih menetapkan kembali rekomendasi membeli saham dengan target harga Rp75.500, yang mencerminkan valuasi rasio harga saham per laba pada 2017 sebesar 20 kali,” jelas Adrian.
Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, berdasarkan akta notaris Sudarti Budiono SH di Kediri, pada 24 Oktober 2016, perseroan mendirikan anak perusahaan dengan nama PT Surya Dhoho Investama yang bergerak dalam bidang usaha investasi.
“Modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebesar Rp99,99 miliar atau setara 99.999 lembar saham dengan harga nominal sebesar Rp1 juta per lembar saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, awal Oktober lalu.
Jumlah itu, lanjutnya, mencerminkan 99,99 persen dari total modal disetor dan ditempatkan Surya Dhoho Investama sejumlah Rp100 miliar. Heru mengklaim, pendirian anak perusahaan tersebut tidak memiliki benturan kepentingan dengan perseroan.
“Kami mengharapkan dengan pendirian anak perusahaan tersebut dapat menunjang core bisnis perseroan,” kata Heru.
Berdasarkan laporan keuangan Gudang Garam, perusahaan mengantongi pendapatan Rp56,21 triliun sejak awal tahun ini hingga akhir September, menanjak 10,19 persen dari Rp51,01 triliun dari periode yang sama 2015.