Pengelola jaringan laboratorium kesehatan ini menawarkan harga saham Rp6.250-Rp8.000 per lembar dengan masa penawaran saham yang akan berlangsung pada 30 November-2 Desember 2016. Perusahaan menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2016.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menjelaskan, sekitar 67 persen dana IPO akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan jumlah outlet di Indonesia, baik mengembangkan yang sudah lama ataupun menambah outlet baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sisanya 14 persen akan digunakan untuk memperkuat modal kerja,” terang Dewi, Kamis (10/11).
Sementara, dalam enam bulan pertama di tahun ini, perusahaan mengklaim telah melakukan sekitar tujuh juta jumlah tes yang berasal dari permintaan individu, rujukan dokter, klien korporasi dan rujukan eksternal.
Menurut Dewi, IPO merupakah langkah yang diambil perusahaan untuk mencapai visi Prodia untuk menjadi layanan kesehatan yang lebih terpercaya untuk menunjang pengobatan generasi baru.
“Kami percaya IPO merupakan langkah yang tepat bagi Prodia untuk semakin memperluas layanannya di seluruh provinsi di Indonesia yang didukung oleh teknologi mutakhir berstandar internasional,” pungkas Dewi. (gir/gen)