Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan, ada beberapa alasan yang menunjukkan kualitas perekonomian Indonesia tahun ini.
Pertama, pertumbuhan ekonomi, diyakini Darmin dapat mendekati target 5,2 persen atau setidaknya berada di angka 5,1 persen di akhir tahun. Pasalnya, Darmin meramal pertumbuhan di kuartal IV akan membaik bila dibandingkan kuartal III.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya pertumbuhan yang mencapai target, dari segi kualitas, pertumbuhan sampai akhir tahun terlihat dari penurunan tingkat kesenjangan atau gini ratio, garis kemiskinan, hingga jumlah pengangguran.
Ketiga, terkait inflasi. Darmin mengatakan, inflasi akan terjaga dikisaran 2,5 persen sampai tiga persen sampai akhir tahun. Sementara, inflasi saat ini berada dikisaran 2,1 persen sampai 2,2 persen.
Stabilnya inflasi, menurut Darmin, karena pemerintah cukup sukses mengontrol pasokan dan harga pangan. Adapun inflasi Indonesia di akhir tahun, katanya, dapat menyamai capaian inflasi Filipina.
"Ada negara yang inflasinya sama seperti kita, yakni Filipina. Dalam 15 tahun terakhir, mereka bisa mengendalikan inflasinya di angka 2,5 persen sampai 3 persen," katanya.
Dengan inflasi yang terjaga, mantan Direktur Jenderal Pajak yakin, ruang pelonggaran dari Bank Indonesia (BI) akan kembali terbuka dan diharapkan dapat bertahan sampai tahun depan.
Keempat, defisit anggaran primer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 mulai menyempit, terlebih dengan adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Kelima, kehadiran tax amnesty turut menjadi stimulus anggaran negara yang bahkan jumlahnya paling tinggi dibandingkan negara lain, yakni mencapai 0,81 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sedangkan, tax amnesty di negara lain, misalnya Chile hanya menyumbang 0,62 persen dari PDB, India 0,35 persen, Italia 0,24 persen, Spanyol 0,12 persen, dan Australia 0,04 persen.
Satu hal yang perlu dilakukan pemerintah menurut Darmin, adalah memaksimalkan porsi konsumsi berkelanjutan, perbaikan belanja pemerintah, dan peningkatan investasi swasta.
Sebab, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen di kuartal II 2016, yakni terdiri dari 1,3 persen investasi pemerintah dan 3,9 persen investasi swasta. (gen)