Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan, tidak jarang peserta pilkada menggunakan upaya eksplorasi panas bumi sebagai senjata kampanye dalam pilkada. Hal ini semakin diperparah dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat panas bumi sebagai sumber daya.
"Masyarakat tidak tahu apa-apa, makanya ketidaktahuannya ini biasanya dijadikan alat kampanye oleh para pasangan calon (paslon)," kata Yunus di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu ( 13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begini yah, kan ada misalnya calon yang setuju, dia menggagas pengembangan energi ini, tapi ada calon menentang demi mendulang suara, dia berikan informasi yang negatif ke masyarakat, ini yang sering memicu opini-opini itu," tegas Yunus.
Namun, sayangnya, dari sekian banyak potensi tersebut, baru sekitar empat persen yang dimanfaatkan. "Padahal potensial sekali, tapi itu sering digunakan alat kampanye, ini yang salah. Makanya muncul opini opini buruk di massyarakat, padahal engga buruk," pungkasnya.