Berdasarkan laporannya melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur BCA Suwignyo Budiman menjelaskan, telah terjadi perubahan pemegang saham BCA sebesar 11,62 miliar saham atau 47,15 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dari Farindo Investment (Mauritius) Ltd kepada PT Dwimuria Investama Andalan pada akhir pekan lalu.
"Berdasarkan daftar pemegang saham yang disusun oleh PT Raya Saham Registra telah terjadi perubahan pemegang saham BCA," ungkap Suwignyo, dikutip Selasa (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, BEI mencatat total transaksi Jumat lalu sebesar Rp189 triliun ditengah turunnya IHSG hingga 4 persen pada penutupan hari itu. Tingginya total transaksi tersebut disebabkan adanya transaksi crossing saham hingga Rp177 triliun.
"Iya ini ada crossing saham dari BCA Securities nilainya Rp177 triliun. Sisanya dua emiten lagi seperti KPIG, tapi nilainya kecil," ungkap Heldy, Jumat (11/11).
Harga saham BBCA dijual dengan harga Rp15.225 per lembar. Sementara, jumlah saham yang terjual sekitar 116,3 juta lot. (gir)