Mantan Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Janelle menyatakan, dana alokasi belanja modal tahun depan sama seperti belanja modal tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangakn mesin dan kantor baru.
"Sekarang capex Rp1 trilliun, untuk mengembangkan mesin baru dan kantor baru. Dana capex itu untuk bisnis support," ungkap Paul, Jumat (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan cukai awal tahun ini kan 15 persen lalu dan tahun depan 10,54% persen. Produk di pasar tembakau semua rokok di Indonesia dari kuartal III naik 10,3 persen rata-rata secara industri. Hmsp sedikit di atas itu kira-kira 11 persen," kata Paul.
Selain kenaikan tarif cukai, pemerintah juga menaikkan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata 12,26 persen. Paul sendiri sepakat dengan kenaikan cukai tersebut.
"Untuk cukai tahun ini naik 15 persen dan tahun depan 10,54 persen. Saya senang pemerintah kita mendengar dari industri tahun ini susah dan mereka mendengar ibu-ibu pelinting di segmen SKT," papar dia.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih (tidak termasuk cukai) dalam sembilan bulan pertama 2016 sebesar Rp31,8 triliun, tumbuh sebesar 4,9 persen dari Rp30,3 triliun pada periode yang sama di tahun 2015.
Hal tersebut mendorong pertumbuhan laba bersih perusahaan, di mana HM Sampoerna meraup laba bersih Rp9,08 triliun, tumbuh 19,54 persen dari periode yang sama 2015 sebesar Rp7,59 triliun.
Efek Trump
Sementara itu, gejolak ekonomi yang tengah terjadi imbas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) diyakini Paul tak akan berdampak pada HM Sampoerna. Hal ini dikarenakan produksi dan distribusi rokok sebagian besar dilakukan di Indonesia.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah memang sempat anjlok pada pekan lalu Rp13.863 terhadap dolar AS. Namun nilai tukar rupiah sempat membaik dengan berada di level sekitar Rp13.300. Hanya saja, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini pukul 11.14 WIB kembali melemah ke level Rp13.417 atau turun 44 poin (0,33 persen). (gir)