Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Alpino Kianjaya menyatakan, pelaku pasar memang jeli terhadap berbagai isu yang tengah berkembang saat ini. Namun, pelaku pasar pun tahu isu apa yang akan mempengaruhi dan tidak. Artinya, pelaku pasar akan memandang suatu isu secara lebih realistis.
"Jangan dengar isu-isu itu dari mana, di bursa enggak dengerin hal itu. Kami yakin investor-investor sudah jeli mana yang benar mana yang tidak," ucap Alpino, Jumat (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan mengandai-andai. Enggak bisa andai-andai, kita harus realistis," terangnya.
Sementara, saham Bank Mandiri (BMRI) turun 100 poin (0,92 persen) ke level Rp10.800 per lembar. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) berhasil menguat tipis 50 poin (0,96 persen) ke level Rp5.275 per lembar.
Sebelumnya, hasutan rush merebak dalam beberapa hari terakhir di media sosial. Bahkan, isu tanda pagar #RushMoney2511 sempat menjadi salah satu trending topic di Twitter pada Selasa (25/11). Tercatat ribuan pengguna Twitter menyertakan tagar tersebut dalam cuitan mereka.
Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin, masyarakat umum tidak ingin membahayakan hidup orang banyak dengan membuat ketidakstabilan ekonomi bangsa. Ia menegaskan, penarikan simpanan uang di bank secara serempak (rush money) akan membahayakan masyarakat pelaku itu sendiri.
Hasutan rush money dihembuskan sejumlah oknum tak bertanggung jawab, berbarengan dengan wacana demonstrasi ketiga kalinya terkait Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketiga kalinya.
Sri Mulyani mengingatkan, menyimpan uang di bank merupakan langkah aman. Rush sesungguhnya akan merusak kepentingan masyarakat sendiri.