Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, percepatan ini diperlukan karena utilisasi kilang nasional tidak bisa memenuhi permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Menurut dia, utilitas kilang nasional saat ini hanya 800 ribu barel per hari, sementara kebutuhan BBM setiap harinya mencapai 1,6 juta barel.
"Kami juga lihat, dulu itu memang sudah rencana Pertamina, sehingga kami upayakan untuk dipercepat. Apalagi, ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Arahnya memang penugasan. Tapi, belum diputuskan. Sedang kami upayakan untuk penugasan langsung," ujarnya, Jumat (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arahnya penugasan langsung ini kan dengan pertimbangan percepatan pembangunan. Kalau dibandingkan KBPU, InsyaAllah, secara teori prosesnya bisa dipercepat. Untuk proses pengadaan, kemitraan dengan siapa, cari investor bagaimana, kan bisa dipercepat selama delapan bulan," tutur Arcandra.
Proyek yang diestimasi menelan dana US$12 miliar hingga US$15 miliar tersebut merupakan satu dari dua kilang baru yang akan dibangun Pertamina dalam 10 tahun mendatang.
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, skema pembangunan kilang Bontang sampai saat ini masih berbentuk KPBU sesuai rapat Tim Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada Februari 2016 lalu.
Memang, ia mengakui, kalau proses menggunakan skema KPBU terbilang lebih lama ketimbang skema penugasan. Namun, ia menilai, kondisi keuangan Pertamina yang dikhawatirkan tidak mumpuni untuk menggarap kilang Bontang.
Wahyu mengungkapkan, pekan depan, rencananya kedua instansi akan mendiskusikan jalan tengah skema pembangunan kilang Bontang. Diharapkan, seluruh plus minus skema KPBU dan penugasan langsung bisa terlihat di dalam diskusi tersebut. Sehingga, pemerintah bisa memberi keputusan dengan cepat.
"Makanya, nanti akan kami bandingkan untung ruginya KPBU dan penugasan langsung di dalam diskusi dengan pak Wakil Menteri ESDM. Kami sedang jadwalkan, mudah-mudahan bisa minggu depan kami bisa bertemu," pungkasnya. (bir)