"Ada berbagai pandangan terhadap fiskal kita yang diperkirakan bisa mengurangi jumlah likuiditas. Namun, pemerintah bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI) akan selalu bekerja sama untuk meyakinkan bahwa jumlah kebutuhan likuditas akhir tahun bakal terpenuhi," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (21/11).
Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, peningkatan belanja pemerintah di akhir tahun diharapkan bisa menjadi stimulus bagi perekonomian. Pendanaan belanja negara itu akan diupayakan berasal dari penerimaan negara, seperti dari sektor pajak dan bea cukai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani meyakinkan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan bank sentral dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga kondisi perekonomian nasional. Sebagai informasi, sepanjang Oktober–Desember 2016 pemerintah diproyeksi belanja sebesar Rp600,6 triliun. Jumlah ini menambah realisasi belanja tiga kuartal sebelumnya yang mencapai Rp1.305,4 triliun.
Sementara, dari sisi penerimaan, setoran pajak dan cukai diperkirakan mencapai Rp486,1 triliun sepanjang kuartal IV 2016. Pada akhir tahun, realisasi pendapatan negara diperkirakan akan minus Rp219 triliun dari target Rp1.786,2 triliun atau 87,7 persen.
Dari sisi pembiayaan, per 9 November 2016, pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp645,65 triliun atau 98,7 persen dari perkiraan kebutuhan tahun ini Rp654,36 triliun. Jika tidak ada aral melintang, kebutuhan pembiayaan tahun ini akan rampung dalam satu kali lelang SBN lagi. (bir)