Ihwal pembangunan smelter, Jonan berujar bahwa Freeport janji untuk menyelesaikan pembangunan smelter dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
Jonan mengatakan tak ada dispensasi khusus kepada Freeport terkait hal tersebut, karena saat ini pemerintah tengah merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, ia juga mendesak Freeport mempercepat proses divestasi 10,64 persen saham kepada pemerintah. Menurut Jonan, Freeport tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses ini. Namun menurutnya, pergantian kursi Presiden Direktur di PTFI bukan jaminan jika proses divestasi bisa dipercepat.
Lantaran saat ini pemerintah telah mengempit saham Freeport Indonesia sebesar 9,36 persen, itu artinya masih terdapat sisa saham sekitar 20,64 persen yang harus dilepas perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut.
"Masalah nilai divestasi mereka juga belum bisa komitmen apa-apa, dan bukan berarti masalah divestasi bisa selesai dengan satu orang saja. Namun di sela-sela itu, tim sedang duduk untuk membicarakan penerima saham divestasi, apakah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau bagaimana," jelasnya.
Kendati demikian, Jonan berharap bos baru Freeport bisa lebih kooperatif.
"Pengangkatan manajemen itu kan murni korporasi, kalau tanggapan kami sih mendukung adanya pengangkatan Pak Chappy, sehingga komunikasi pada regulator maupun masyarakat bisa dilakukan dengan baik," pungkas Jonan. (gen)