Menurut Jokowi, begitu besarnya peran DJP dalam berburu penerimaan yang ditargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), membuat sebagian pegawai berubah menjadi oportunis.
“Biasa dalam sebuah organisasi besar, seperti DJP. Di sana ada berapa ribu pegawai? Kalau ada satu yang seperti itu, yang penting sudah dibekuk,” ujar Jokowi, Kamis (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan ada yang main-main lagi! Kalau ada yang main lagi, saya gebuk lagi,” tegasnya.
"Karena baru kemarin, saya terpaksa harus meminta maaf kepada publik, karena salah satu staf saya ditangkap menerima sogokan," ujar Sri Mulyani.
Menurut mantan direktur pelaksana Bank Dunia, hal tersebut yang terkadang menjadi alasan kebanyakan orang untuk tidak memenuhi kewajiban pajaknya. Satu kasus saja akan diingat cukup lama oleh masyarakat.
"Kadang, trust tidak hanya terpengaruh dalam satu event. Dulu, Gayus. Sekarang, namanya HS (Handang Soekarno). Itu menimbulkan prasangka. Dengan trust yang rendah, maka kemauan membayar pajak dan kepatuhan sangat terpengaruh," keluh Sri Mulyani.