Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Prabowo mengatakan, proyek kereta cepat dapat berjalan sesuai dengan rencana. "Yakin, sesuai jadwal. Karena, sudah lengkap tanah 85 persen. Bisa 100 persen dikuasai pada Desember," ujarnya, Kamis (24/11).
Tak cuma itu, sambung Bintang, perseroannya juga sudah mengirimkan alat berat untuk mendukung pembangunan proyek. Namun, untuk lebih memudahkan perseroan dalam menyediakan alat berat, perseroan juga berencana membangun pabrik pre-cast beton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat proyek kereta cepat ini, perseroan berpotensi mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp15,8 triliun. Namun, kontrak dari proyek kereta cepat tersebut baru akan diperoleh bulan depan. Perseroan telah lebih dahulu mengantongi Letter of Agreement (LoA) dari China Development Bank (CDB).
CDB adalah salah satu bank asal China yang ikut mendanai proyek kereta cepat tersebut. Hal ini karena Tiongkok ikut memegang saham sebesar 40 persen, dan sisanya dipegang oleh Indonesia.