"Saya tidak mau berspekulasi, lihat saja penyelidikan KPK," tegas Sri Mulyani, Kamis (24/11).
Namun untuk mengantisipasi tindakan tercela tersebut tidak terulang lagi, internal Kementerian Keuangan terus melakukan upaya perbaikan. Salah satu yang tercetus dalam benak Sri Mulyani adalah memperbesar investasi untuk memperbaiki teknologi informasi perpajakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait uang suap yang diduga diterima HS usai ditangkap tangan KPK beberapa hari lalu, Sri Mulyani menyebut uang tersebut diberikan WP kepada anak buahnya itu sebagai imbalan atas pengurangan atau penghapusan tunggakan pajak yang masih terutang.
"Dia ingin supaya kewajiban pajak pada 2015 dikurangi atau bahkan dihilangkan. Ini tidak ada hubungannya dengan amnesti pajak, ini pembayar biasa," pungkas Sri Mulyani.
Sebelumnya, Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana melihat masih ada ribuan pegawai pajak yang nakal dan belum ditangkap.
"Kami masih lihat ribuan belum ditangkap, kan banyak. Ini jadi income rekan-rekan oknum seperti itu," kata Danang, kemarin.