#RushMoney2511 merupakan bentuk protes kelompok tertentu yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), petahana Gubernur DKI Jakarta, diadili atas dugaan kasus penistaan agama. Ahok sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kelompok pemrotes nampaknya tak puas hanya dengan status tersebut. Mereka menuntut Ahok ditahan.
"Sejauh ini, belum ada (rush money). Semuanya normal. Kami monitor secara seksama volume penarikan selama beberapa minggu terakhir, sejauh ini aman," ujar Direktur Utama Bank Permata Roy A. Arfandy kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, untuk berjaga-jaga, kami akan menyiapkan uang tunai ekstra apabila memang diperlukan," terang dia singkat.
Karenanya, ia berharap kondisi berat tersebut tidak diperparah dengan isu-isu domestik yang bisa memengaruhi pilar perekonomian nasional. Salah satunya, isu rush money. Bank, menurutnya, memiliki peran besar terhadap kemakmuran masyarakat luas.
Tiko menyadari, rush money sarat akan kepentingan politik jelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Namun, ia meminta para pasangan calon kepada daerah yang sedang melakukan manuver politik demi menarik simpati masyarakat dapat tetap menjaga iklim politik yang kondusif.
"Sebenarnya, politik dan ekonomi itu tidak saling terhubung. Namun dengan politik yang lebih santun dan sehat pasti bisa lebih menjaga iklim investasi. Iklim politik yang membaik pasti akan menjaga iklim investasi," imbuh Tiko. (bir/gen)