Direktur Keuangan dan Teknologi dan Informasi AP I Novrihandri menyatakan, sebagian dana belanja modal akan berasal dari obligasi. Adapun, sisanya akan dicari dengan melakukan sinergi dengan BUMN lain. Sinergi tersebut akan dilakukan dalam bentuk strategic partnership.
"Belanja modal dari obligasi, kemudian ada sinergi BUMN. Jadi dengan BUMN kami akan melakukan strategic partnership," ungkap dia, Senin (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima bandara tersebut yakni, bandara di Semarang, bandara baru di Yogyakarta, Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar. Ia berharap, dengan penerbitan obligasi setiap tahun kebutuhan dana tersebut dapat terpenuhi.
Novrihandri menyatakan, kelebihan permintaan ini terjadi di tengah situasi penawaran obligasi yang ramai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.
"Alhamdulillah hasilnya kami dapatkan obligasi Rp2,7 triliun, sukuk dapatkan Rp540 miliar. Ini emang kecil pada saat itu pasar lagi ramai di mana ada lima BUMN yang menerbitkan obligasinya yang sama kalau nggak salah sampai Rp30 triliun. Alhamdulillah kami berhasil laku di pasar," papar Novrihandri.
Untuk serinya sendiri, seri A dari obligasi I ini dipatok dengan tingkat bunga sebesar 7,45 persen-8,2 persen per tahun dengan jangka lima tahun. Sementara, seri B dipatok dengan tingkat bunga 7,95 persen-8,7 persen per tahun dengan jangka waktu tujuh tahun, dan seri C dipatok 8,1 persen-8,85 persen dengan jangka waktu 10 tahun.
Sementara, untuk seri A sukuk I memiliki jangka waktu lima tahun dengan indikasi tingkat bagi hasil sukuk sebesar 7,45 persen-8,2 persen, kemudian seri B dengan indikasi tingkat bagi hasil sukuk sebesar 7,95 persen-8,7 persen, dan seri C sebesar 8,1 persen-8,85 persen per tahun. (gir/gen)