"Iya dong, kan dengan itu berarti lesepakatan tentang utangnya dapat teratasi. Intinya, kan BUMI selama ini punya banyak utang yang kesulitan untuk membayarnya," ujar Muhammad Al Fatih, Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas, Senin (28/11).
Sekadar informasi, utang tersebut ditukar dengan saham senilai Rp926,16 per saham. Perusahaan menggunakan perhitungan ekuitas bersih sebesar US$4,6 miliar dari hasil valuasi internal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, lanjut Al Fatih, maka struktur pemegang saham akan berubah. Para pemberi utang otomatis akan menjadi pemegang saham BUMI. Perubahan pemegang saham juga akan diikuti dengan perubahan struktur manajemen.
"Jadi, itu memperkuat struktur kepemilikan. Kalau yang tadi, katakanlah, manajemen hanya Grup Bakrie sekarang ditambah. Jadi, dari segi manajemen ada perbaikan juga, dari segi keuangan ada perbaikan juga," paparnya.
Dengan berkurangnya utang Bakrie, kata Al Fatih, fundamental perusahaan diprediksi membaik dari posisi saat ini. Terlebih lagi, dengan kenaikan harga batu bara tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu, serta pelemahan rupiah belakangan ini menjadi sentimen positif bagi kinerja perusahaan.
"Kalau utang berkurang jauh, lalu harga batu bara bagus tahun ini, dan pelemahan rupiah, jadi fundamental akan membaik," terang dia.
Asal tahu saja, saham BUMI dibuka dengan harga Rp284 per saham pada perdagangan hari ini. Sementara, sepanjang hari ini harga saham bergerak dalam rentang harga Rp276-Rp302 per lembar. (bir)