Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, pasar saham global tadi malam mengalami koreksi disebabkan aksi ambil untung dan pasar mulai mengantisipasi risiko atas kebijakan ekonomi Trump.
Ia merinci, indeks saham di Uni Eropa, Eurostoxx, melemah 1 persen di 3.016,80. Sementara, di Wall Street, indeks saham utama terkoreksi dari level tertingginya setelah menguat selama empat hari pedagangan berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koreksi di pasar saham global menyusul spekulasi pasar kenaikan harga saham sudah tinggi yang dipicu sentimen kemenangan Trump sebagai presiden AS dan kebijakan meningkatkan belanja pemerintah sudah terlalu berlebihan," terang David dalam risetnya, dikutip Selasa (29/11).
Hari ini, ia memprediksi IHSG memiliki peluang untuk rebound seiring peluang dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saham sektoral yang sensitif suku bunga seperti perbankan yang sudah terkoreksi sangat dalam berpeluang rebound.
Di sisi lain, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.069 dan resisten 5.272. Menurutnya, proses konsolidasi masih menaungi pola pergerakan IHSG pada hari ini.
"Peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan sebagai momentum melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend," jelas William dalam risetnya. (gir)